Menurut Regulasi, Persija Harus Kalah WO Kalau Batal Main Lawan Persib 28 April di SUGBK

BolaGP Sport    Edit
Menurut Regulasi, Persija Harus Kalah WO Kalau Batal Main Lawan Persib 28 April di SUGBK
Menurut Regulasi, Persija Harus Kalah WO Kalau Batal Main Lawan Persib 28 April di SUGBK
PERSIJA Jakarta harusnya dinyatakan kalah WO jika gagal menggelar laga melawan Persib 28 April 2018. 

Demikian dikemukakan salah satu pentolan Viking Persib Club (VPC) Dadan Gareng yang mengaku kecewa berat dengan diundurnya duel Persija Jakarta vs Persib Bandung yang sudah dijadwalkan Sabtu (28/4/2018) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta.

Dadan berharap, pertandingan Persija vs Persib tetap digelar sesusai jadwal, namun venue diubah saja(bukan di SUGBK) dan tidak digelar pada 3 Mei. Masalahnya, sehari setelah itu Persib harus bertandang ke markas Madura United, Jumat (4/5/2018).

"Kita berharap tetap main tanggal 28 April, tapi venue-nya diubah saja, karena kalau terjadi tanggal 3 Mei, besoknya ada match lagi (lawan Madura United). Kalau dari aturan ya harus WO itu, kalau tidak terealisasi tanggal 28 April," jelasnya dilansir laman Viking Persib.

Pendapat Dadan Persija harusnya dinyatakan kalah WO jika laga ditunda sangat beralasan. Menurut regulasi Liga 1 2018 yang dikeluarkan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi, pada pasal 14 ayat 6, penundaan laga seharusnya dilakukan selambat-lambatnya tujuh hari sebelum hari pertandingan.

"Perubahan jadwal Pertandingan ditetapkan selambat-lambatnya 7 hari sebelum hari Pertandingan."

Untuk alasan bertabrakan dengan agenda Hari Buruh, hal ini sebenarnya tidak masalah karena sudah diatur juga dalam pasal 14 ayat 7:

"Perubahan jadwal dan/atau tempat Pertandingan selain sebagaimana di atur diatas dapat dilakukan oleh LIB dengan alasan sebagai berikut: a. keamanan; b. siaran langsung televisi; c. force majeure; d. agenda nasional/daerah."

Hal senada dikemukakan Peneliti Hukum Olahraga di Kemenkumham, Eko Noer Kristiyanto alias Eko Maung. 

Menurut regulasi, jika sebuah klub gagal menggelar pertandingan kandang, maka konsekuensinya ada dua. Pertama, harus pindah lokasi pertandingan di tanggal yang sama sesuai jadwal, kedua kalah Walk Out (WO) dari tim tamu.

"Ini pernah dialami Persija pada tahun 2010. Saat itu Persija yang diasuh Benny Dollo gagal menggelar pertandingan kandang melawan Persiwa. Hasilnya, Persija dihukum WO 3-0. Jadi, kalau gagal menyelenggarakan pertandingan, bukah diubah jadwalnya," ujar Eko dikutip PRFM News.

Eko juga menilai, panpel Persija tidak serius untuk menggelar pertandingan tanggal 28 April 2018.

"Ada indikasi panpel ga serius menggelar pertandingan tanggal 28, seminggu sebelumnya mereka surati PT LIB untuk mengubah jadwal. Ini kayaknya ga mau maen tanggal 28, alasannya banyak faktor," ungkapnya.

Dikatakannya, Senin (23/4/2018), dirinya sempat bertemu petinggi Persija di kampus Universitas Indonesia. Menurutnya, sampai hari Senin kemarin, panpel Persija belum mengantongi izin dari kepolisian, padahal pertandingan sudah kurang dari satu minggu.

"Masa kurang dari satu minggu belum ada kepastian, tapi saya kira panpel punya kartu AS dan lobi canggih untuk menjamin pertandingan dilaksanakan, namun rupaya sampai pekan ini panpel justru tak mengupayakan laga digelar. Tetapi malah melobi operator liga untuk mengubah jadwal, Itu bisa dilihat dari surat yang diajukan kepada PT LIB tertanggal 20 April," ungkapnya.*

Click to comment