January 10, 2018

Daftar Pemain Persebaya Surabaya 2018

BolaGP Sport | January 10, 2018 |

Daftar Pemain (Skuat) Persebaya Surabaya Musim 2018-2019 Terbaru

Daftar Pemain Persebaya Surabaya 2018


Skuat Persebaya Surabaya musim 2018-2019 berkekuatan 26 pemain. Daftar pemain Persebaya ini diperkenalkan pada laga uji coba bertajuk Blessing Game melawan Sarawak FA di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (18/3/2018).

Semua pemain itu merupakan pemain yang sudah diturunkan dalam dua turnamen pramusim, Piala Presiden 2018 dan Piala Gubernur Kaltim. Tidak ada nama baru selain mereka yang sudah membela sejak awal musim. 

Persebaya juga memperkenalkan dua nama yang berstatus pemain magang, yaitu Jossa Andika dan Stevanno Pietersz. 

Dengan status yang keduanya miliki, Persebaya tidak memasukkan Jossa dan Stevanno ke dalam 26 pemain yang masuk skuat Persebaya 2018. 

Dilansir situs resmi klub, terdapat 17 pemain yang merupakan bagian skuat Persebaya musim lalu yang membawa Persebaya promosi ke Liga 1. 

Sembilan nama lainnya adalah pemain anyar, termasuk dua pemain asing --Otavio Dutra dan Robertino Pugliara.

Dalam 26 daftar nama pemain Persebaya 2018, hanya dua pemain yang berposisi sebagai striker murni, yakni Rishadi Fauzi dan Ricky Kayame. 

Daftar Pemain Persebaya 2018

Kiper

1. Miswar Saputra (33)
2. Dimas Galih (92)
3. Alfonsius Kelvan (30)

Belakang

4. Andri Muliadi (44)
5. Fandry Imbiri (21)
6. M. Syaifuddin (4)
7. Rachmat Irianto (13)
8. Otavio Dutra (5) / Brasil
9. Abu Rizal Maulana (22)
10. M. Irvan Febrianto (25)
11. Ruben Sanadi (14)
12. Arthur Irawan (17)

 Tengah

13. M. Hidayat (96)
14. M. Sidik Saimima (7)
15. Adam Maulana (23)
16. Nelson Alom (90)
17. Misbakus Solikin (6)
18. Rendi Irwan (12) / kapten
19. Irfan Jaya (41)
20. Oktafianus Fernando (8)
21. Feri Pahabol (11)
22. Osvaldo Haay (20)
23. Fandi Eko (18)
24. Robertino Pugliara (10) / Argentina

Depan

25. Rishadi Fauzi (26)
26. Ricky Kayame (9).

Daftar Pemain Baru Persebaya 2018
Persebaya memperkenalkan lima pemain baru musim 2018: Osvaldo Haay, Nelson Alom, Ferinando Pahabol, Otavio Dutra, dan Ruben Sanadi. (Instagram @officialpersebaya).*

Sejarah & Profil Singkat Persebaya

Profil Singkat Persebaya
Persatuan Sepakbola Surabaya (Persebaya) adalah klub sepakbola kebanggan warga Surabaya, Jawa Timur.

Persebaya pertama kali didirikan 18 Juni 1927 dengan nama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). 

Dalam perjalanannya, hingga tahun 1943 SIVB berganti nama menjadi Persibaja (Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja). Tahun 1960, pada era perserikatan, nama Persibaja diubah menjadi Persebaya (Persatuan Sepakbola Surabaya).

Persebaya mengalami gejolak dipimpin Bambang Dwi Hartono dengan Manajer Saleh Ismail Mukadar. Saat itu pada kompetisi tahun 2005, Persebaya menyatakan mundur dari babak 8 besar Divisi Utama. Ini mengakibatkan Persebaya degradasi ke divisi satu.

Bambang DH diskorsing 10 tahun. Saleh Ismail diskorsing 2 tahun.

Pada 2006, Persebaya berhasil menjadi Juara Divisi Satu dan Promosi ke Divisi Utama. Namun, pada kompetisi Divisi Utama 2007, Persebaya berada di posisi ke-14, Wilayah Timur, sehingga tidak lolos ke Super Liga, dan harus kembali kelas di Divisi Utama. 

Pada kompetisi Divisi Utama 2008, Persebaya lolos ke Indonesia Super League (ISL) dengan mengalahkan PSMS Medan dalam babak Playoff lewat drama adu penalti. 

Untuk mengikuti ISL, Persebaya mendirikan badan hukum yang bernama PT Persebaya Indonesia.

Pada musim 2009, Persebaya kembali degradasi ke Divisi Utama. Namun, Persebaya tidak ikut kompetisi musim 2010/11. Akibat menolak ikut kompetisi, Persebaya terancam dikeluarkan dari keanggotaan PSSI sehingga tidak bisa main di kompetisis resmi. 

Upaya penyelamatan Persebaya dilakukan dengan dengan membentuk tim, meski diboyong dari Persikubar (Kutai Barat), dikenal dengan nama Persebaya Daur Ulang (DU). Persebaya pun terselamatkan dari sanksi pemecatan dari keanggotaan PSSI.

Namun, Saleh Ismail Mukadar juga mendirikan Persebaya baru, yaitu Persebaya 1927, untuk mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI). Saleh tak bisa memakai nama Persebaya karena tidak mendapatkan izin dari kepolisian jika memiliki nama sama. 

Saleh Ismail Mukadar mengusung semua pemain dan official tim Persebaya ke dalam Persebaya 1927 untuk mengikuti kompetisi LPI. 

Persebaya Surabaya sebagai peserta Divisi Utama pun tidak memiliki pemain dan official tim dan akhirnya mendapatkan para pemain eks skuad Persikubar. 

Akibat dualisme, Persebaya pun dibekukan oleh PSSI dan disahkan kembali sebagai anggota dalam kongres tahunan PSSI di Bandung 8 Januari 2017.

Kini 70% saham Persebaya Surabaya dimiliki oleh Jawa Pos Group melalui anak perusahaanya, yaitu PT Jawa Pos Sportainment. Sedangkan 30% lainnya dimiliki oleh 20 klub anggota Persebaya yang tergabung dalam Koperasi Surya Abadi Persebaya (KSAP).

Persikubar Kutai Barat yang dulu pernah berubah nama menjadi Persebaya Surabaya, berubah menjadi Bonek FC, lalu berubah lagi menjadi Surabaya United, dan setelah merger dengan PS Polri menjadi Bhayangkara Surabaya United

Setelah pada Mei 2016 Polri resmi membeli 100% saham Bhayangkara Surabaya United dan menghapus nama belakang klub, sehingga sekarang bernama Bhayangkara FC.



Suporter Persebaya dikenal dengan sebutab Bonek (Bondho Nekat) yang artinya "modal nekat". Istilah itu merujuk pada banyaknya fans Persebaya "kelas bawah" yang hanya bermodal nekat untuk mendukung Persebaya terutama laga tandang. (Dihimpun sepakbolamagz.com dari berbagai sumber).*

Previous
« Prev Post

Related Posts

Show comments
Hide comments

No comments:

Post a Comment