Persib Bandung Istirahatkan Asisten Pelatih Herrie Setyawan, Alasan Tak Harmonis Dibantah

Persib Bandung Istirahatkan Asisten Pelatih Herrie Setyawan
Persib Bandung mengistirahatkan Asisten Pelatih Herrie Setyawan. Alasan Tak Harmonis Dibantah.

Kabar pemberhentian pria yang akrab disapa Jose dari tim pelatih Maung Bandung itu dikemukakan langsung Manajer Persib, Umuh Muchtar. 

Umuh mengaku dirinya mendapatkan kabar mengagetkan itu langsung dari Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Teddy Tjahyono.

Jose sendiri memang sudah tidak terlihat lagi mendampingi Pelatih Kepala Mario Gomez dalam beberapa sesi latihan terakhir Maung Bandung. 

Menurut Umuh, alasan yang lebih terperinci soal dihentikannya Herrie ada pada pertimbangan Teddy Tjahyono.

“Jadi kemarin Pak Teddy telepon saya, bahwa Herrie mau diistirahatkan. Alasannya, lebih tepat ada di Pak Teddy. Saya sempat nanya permasalahannya, mungkin ada hal sepele dan hal tidak. Jadi kemarin Pak Teddy bilang Herrie sudah putus,” jelas Umuh dikutip Simamaung.com, Sabtu (28/4/2018).

Jose sendiri menampik adanya kabar tidak harmonis dari beragai pihak. Baik dari jajaran manajemen, staf pelatih, pemain.

"Kita tetap jaga hubungan baik dengan pelatih, kita kan sama-sama pelatih. Kita juga tidak tahu bagaimana kita nanti ke depannya," katanya saat dihubungi wartawan, Sabtu (28/4/2018).

Dengan begitu, tak ada permasalah dengan staf pelatih mengapa dirinya memilih mundur. Lebih lanjut, ia berharap Maung Bandung kembali mengaum kala dikomandoi oleh Mario Gomez.

"Doakan saja semoga Coach Gomez bisa mengangkat prestasi tim Insya Allah, kita doakan saja Persib ke depan bisa berprestasi," imbuhnya.

"Mudah-mudahan Persib lebih ada progres dengan coach Gomez," harapnya.
Perjalanan Herrie Bersama Persib Bandung

Herrie bergabung dengan Persib diboyong pelatih Djadjang Nurdjaman musim liga 2014. Pada tahun pertama, Herrie langsung menemani Djanur yang berhasil menjuarai kompetisi ISL 2014.

Beberapa kali pergantian pelatih, mulai Dejan Antonic (2016) hingga Mario Gomez musim ini, Jose tetap dipertahankan, meski Gomez membawa asistennya sendiri. Fernando Soler.

Herrie pernah menyatakan bahwa ia bakal banyak belajar dari Mario Gomez musim ini sebelum ia hengkang akhir musim nanti untuk melatih sebuah klub. 

Tampaknya, rencana Herrie menangani sebuah tim sebagai pelatih kepala bisa lebih cepat, apalagi sebelumnya ia telah mengantongi lisensi A AFC sebagai syarat dari regulasi.

Pria berusia 47 tahun ini sebenarnya pemain produk pembinaan lokal Bandung. Meski lahir di Makassar, dia tumbuh di Cirebon lalu mulai meniti karier dengan pindah ke Bandung berlatih di klub UNI Bandung.

Ketika berusia 18 tahun, dia masuk klub Bandung Raya yang berkiprah di Kompetisi Galatama. Setelah bakatnya mulai terlihat, dia dikontrak klub elite saat itu, Pelita Jaya. Herrie juga masuk tim nasional pada tahun 1988 hingga 1994.

Pria berkepala plontos ini ikut mengantarkan Indonesia meraih medali emas SEA Games 1991 Manila.

Setelah lama di Pelita Jaya, Jose mulai pulang kampung ke Bandung dan bergabung dengan Persib pada Liga Indonesia II ketika dilatih Risnandar Soendoro. 

Setelah itu, Herrie memperkuat Persib hingga Liga Indonesia VIII ketika tim ditangani Deny Syamsudin. Setelah dari Persib, Herrie mulai bermain di klub lain, di antaranya PKT Bontang Kalimantan Timur, Persijap Jepara.

Dia mulai pensiun sebagai pemain pada tahun 2007. Setelah itu, dia mulai ikut kursus pelatih C Nasional. Pada tahun 2011 naik ikut kursus lisensi C AFC. 

Ketika mengantongi lisensi C AFC, diajak bergabung oleh Djadjang Nurdjamanmenjadi asisten pelatih Pelita Jaya U-21 pada tahun 2011-2013. Pada tahun 2013, Herrie ikut kursus Lisensi B AFC dan dinyatakan lulus.

Selesai dari Pelita Jaya, diajak Djadjang Nurdjaman menjadi asisten pelatih Persib pada kompetisi Liga Super Indonesia 2014. Ia ikut andil membawa Persib juara pada Liga Super Indonesia 2014 dan Piala Presiden 2015. 

Setelah Djadjang Nurdjaman disekolahkan ke Italia, Herrie tetap menjadi asisten pelatih baru Persib saat itu, Dejan Antonic.*