Pelatih Persib Mario Gomez Jadi Korban Kerusuhan Aremania di Kanjuruhan Malang

Pelatih Persib Mario Gomez Jadi Korban Kerusuhan Aremania di Kanjuruhan Malang
Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez, menjadi korban  kerusuhan Aremania di laga Arema FC vs Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/4/2018) malam.

Kepala pelatih asal Argentina itu berdarah. Kerusuhan terjadi saat duel Arema vs Persib memasuki masa injury time. 

Pelatih Persib Mario Gomez Jadi Korban Kerusuhan Aremania di Kanjuruhan MalangSeperti tampak dalam siaran langsung Indosiar, ratusan Aremania yang hadir di stadion merangsek masuk ke dalam lapangan.

Mereka tampak tak puas dengan hasil minor yang kembali diraih tim kesayangannya. Sejak awal musim 2018, Singo Edan belum sekali pun meraih kemenangan.

Sebelum menyerbu lapangan, Aremania melemparkan botol minuman air mineral dan sandal/sepatu ke lapangan.

Rusuh Aremania memaksa wasit yang bertugas untuk mengakhiri laga lebih cepat, meski siswa waktu extra time hanya kurang dari semenit.

Petugas tampak melarikan para pemain Persib ke ruang ganti.

Namun, di luar dugaan, pelatih Persib yang menjadi korban. Bagian dahinya terlihat berdarah. Dia pun langsung ditangani oleh tim medis.

Laga itu sendiri berakhir imbang 2-2. Arema sempat unggul lebih dulu melalui gol Thiago Furtuoso sebelum disamakan oleh Ezechiel N'Douassel.

Pemain asal Chad itu kemudian mencetak gol keduanya yang membawa Persib unggul pada menit 78. Sayang, 10 menit berselang, Balsa Bozovic mampu menyamakan kedudukan. Dan tak lama kemudian, Aremania langsung rusuh dengan masuk ke lapangan.

Sebelum Aremania menyerbu lapangan, pemain Arema, Dedik Setiawan, terpaksa keluar lapangan lebih cepat. Dedik mendapatkan kartu merah usai melayangkan sikutan ke wajah Ardi Idrus.

Meskipun Arema terus gencar melakukan serangan. Namun, hingga laga dihentikan menit ke-92 skor sama kuat 2-2 tetap tidak berubah. (Foto: Simamaung/Twitter/Indosiar).*