April 10, 2018

Tak Ada Tambahan Sanksi bagi Marquez Usai Insiden MotoGP Argentina 2018

BolaGP Sport   April 10, 2018   Follow @bolagpsport
Tak Ada Tambahan Sanksi bagi Marquez Usai Insiden MotoGP Argentina 2018
MARC Marquez melakukan balapan ugal-ugalan pada balapan MotoGP Argentina 2018, Minggu (8/4/2018).

Aksi brutal pebalap Repsol Honda itu menjadi bagian dari drama seri balapan di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, tersebut.

The Baby Alien –julukan Marquez– mengalami masalah pertama ketika mesin motornya tiba-tiba mati ketika balapan hendak dimulai.

Saat inilah kesalahan pertama Marquez dimulai. Saat mesin motornya, Marquez berinisiatif untuk mendorong motornya berharap mesin dapat kembali menyala.

Tindakan Marquez pun mendapat teguran dari pihak panitia MotoGP. Sebab, saat motornya mati, pihak penyelenggara sudah meminta Marquez untuk pergi ke pit lane sesuai aturan yang berlalu.

Berdasarkan regulasi, pembalap yang kendaraannya mogok harus memulai balapan dari pit lane.

Namun, Marquez tidak mematuhi aturan tersebut. Dia tetap memulai balapan dari grid di barisan para pembalap.

Akibatnya, Marquez pun mendapat penalti untuk masuk ke pit lane di tengah balapan. Posisi Marquez pun langsung merosot dari posisi pertama ke urutan ke-20.

Saat berusaha kembali meraih posisi terdepan, Marquez mengendarai motornya secara ugal-ugalan. Ia melakukan berbagai cara agar dapat berada di posisi terdepan.

Insiden pertama terjadi saat Marquez hendak menyalip pebalap Tim Aprilia Gresini, Aleix Espargaro. Di tikungan ke-13, lap sembilan, motor keduanya bersenggolan.

Beruntung, Espargaro masih bisa melanjutkan balapannya. Marquez sendiri sangat menyesali perbuatannya. Rasa penyesalan ini disampaikannya dengan mengangkat tangan tanda meminta maaf kepada Espargaro tepat setelah bersenggolan.

Tidak berhenti di sana, aksi balapan kotor Marquez juga menyebabkan Valentino Rossi menjadi korban kedua.

Usaha Marquez untuk mengejar ketertinggalannya, usai mendapat hukuman ride through penalty, membuatnya harus Rossi yang saat itu berada di urutan keenam.

Motor Marquez menyenggol motor Rossi. Akibatnya, Rossi terjatuh karena laju motornya melebar ke pinggir sirkuit.


Tindakan Marquez terhadap Rossi mendapat banyak kecaman. Rossi harus puas finis di posisi ke-19. Rossi menilai Marquez merusak MotoGP.

Marquez sendiri harus puas berada di urutan ke-18 karena mendapat penalti waktu 30 detik usai menjatuhkan Rossi.

Marquez pun memulai babak baru perseteruan dengan Rossi pasca insiden MotoGP Sepang musim 2015.

Marquez ditemani Alberto Puig (Direktur tim Honda), Emilio Alzamora (manajer), dan Jose Martinez (asisten) mendatangi paddock Rossi pasca balapan untuk minta maaf. Namun, upaya itu dicegat oleh teman dekat Rossi, Alessio Salucci.

"Sekarang Anda (Marquez) datang ke sini setelah apa yang telah Anda lakukan, keluar dari sini!" kata Salucci.

Peristiwa senggolan ini seperti mengulangi insiden yang pernah terjadi musim 2015. Saat itu, Rossi terpancing emosi dan menjatuhkan Marquez saat balapan di Sepang, Malaysia. Akibatnya, juara dunia sembilan kali di empat kelas berbeda dijatuhi hukuman dengan memulai balapan dari posisi buncit.

Atas insiden di GP Argentina, Marquez menolak anggapan dirinya masih menyimpan dendam atas insiden yang terjadi pada 2015. Juara dunia MotoGP musim lalu itu berkata ini tidak ada kaitannya dengan yang terjadi saat itu.

Ulah Marquez menyenggol Aleix Espargaro dan menabrak Valentino Rossi membuatnya kini dibayang-bayangi sanksi Race Direction, sebagaimana pernah dialami Rossi musim 2015.

Direktur Umum Yamaha Factory Racing, Lin Jarvis, meninta Marquez disanksi tegas.

“Saya pikir itu cukup jelas, siapa saja yang melihatnya, bahkan di TV, dapat mengetahui bahwa tindakan Marquez benar-benar tidak dapat diterima. Banyak tindakannya gerakan yang tidak dapat diterima sepanjang akhir pekan ini,” ujar Jarvis, sebagaimana dikutip dari Tuttomotoriweb, Senin (9/4/2018).

Jarvis meminta pihak MotoGP memberikan hukuman yang sesuai kepada Marquez. Menurut Jarvis, hal ini harus dilakukan agar The Baby Alien tak mengulangi tindakan brutalnya saat melakoni seri-seri selanjutnya di MotoGP.

“Kami ingin Marquez mendapat hukuman yang sesuai. Hal ini harus dilakukan agar dia dapat memperbaiki perilakunya. Tentu saja, bukan tugas kami untuk membuat peraturan tersebut dan mengatakan tindakan mana yang harus diambil,” lanjutnya.

Namun, Direktur Balap (Race Direction) Mike Webb mengonfirmasi, Marc Marquez tidak akan dijatuhi hukuman tabahan.

Tidak adanya sanksi tambahan buat Marquez didasari atas pertimbangan dengan melihat usahanya meminta maaf kepada Rossi pasca balapan.

"Tidak akan ada hukuman lebih lanjut terhadap Marc Marquez setelah insiden pada Minggu. Setelah insiden telah ditangani dan kalimat diucapkan, kami tidak dapat menerapkan hukuman lebih lanjut. Karena kami tidak lagi mendistribusikan poin penalti, kami akan memberikan penalti pada hari balapan, jika itu mungkin dan tepat," kata Webb dikutip dari Speedweek, Senin (9/4/2018).

Sejak diperkenalkan pada 2013 lalu, sistem poin penalti di MotoGP, saat ini dianggap sudah tidak lagi diperlukan. Penghapusan poin penalti sudah diputuskan musm lalu. (Crash/MotoGP).*

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

No comments:

Post a Comment