Sanksi Komdis PSSI, Persib Bandung Kehilangan Bojan dan Hariono di Dua Pertandingan

Sanksi Komdis PSSI, Persib Bandung Kehilangan Bojan dan Hariono di Dua Pertandingan
Persib Bandung kehilangan Bojan Malicis dan Hariono di dua pertandingan awal putaran kedua Liga 1 2018. Bojan dan Hariono mendapatkan sanksi larangan bertanding dua kali dari Komdis PSSI.

Selain sanksi larangan bermain, Bojan dan Hariono juga dihukum denda. Bojan Rp 20 juta dan Hariono Rp 10 juta.

Dilansir laman resmi Persib, dalam surat Komdis PSSI tertanggal 25 Juli 2018, Bojan dinyatakan melakukan pelanggaran disiplin saat laga Persib vs Persela Lamongan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 16 Juli 2018. Mali dinyatakan Komdis dengan sengaja menginjak pemain Persela.

Sanksi bagi Hariono tertuang dalam surat Komdis PSSI 25 Juli 2018. Hariono dinyatakan melakukan pelanggaran disiplin juga saat laga Persib vs Persela di GBLA 16 Juli 2018.

Hariono dinyatakan bersalah karena dengan secara sengaja menyikut pemain Persela, Diego Assis.

Dengan sanksi tersebut, Bojan dan Hariono absen dalam laga Persib melawan PS Tira di Stadion Sultan Agung Bantul, Senin 30 Juli 2018, dan melawan Sriwijaya FC di Stadion GBLA Sabtu 4 Agustus 2018.

Sebelumnya, Pelatih Persib Mario Gomez menyatakan geram atas disanksinya Bojan dan Hariono. Gomez mengaku heran pemainnya mudah mendapatkan kartu kuning dan kena sanksi.

"Saya mau bertanya pada Ketua Umum PSSI, kenapa Persib yang selalu mendapatkan masalah. Setiap pertandingan juga selalu ada kartu kuning. Tapi, tim lain beda. Saya tidak tahu, ini opini saya," ujarnya.

Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, Persib menganggap sanksi dengan mudah diberikan Komdis PSSI terhadap mereka. Seperti halnya Oh In-kyun, Jonathan Bauman, dan Ezechiel N'Douassel yang menerima kartu kuning hingga harus mendapatkan hukuman larangan akibat akumulasi kartu.

Mario merasa Persib seperti menjadi korban diskriminasi dalam peraturan yang ditetapkan PSSI. Pasalnya, tim lain sangat jarang dan bahkan kerap lolos dari sanksi.

"Saya tidak mengerti kepada satu tim, mereka memiliki aturan, dan aturan itu berbeda pada klub lain. Mungkin mereka mempunyai dua peraturan, satu aturan untuk beberapa klub dan aturan satu lagi untuk klub lainnya," kata pelatih asal Argentina itu.

Gomez menyatakan dirinya ingin bertemu dengan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi.

"Ini bukan bentuk rasa tidak respek saya, tetapi hanya bertanya apakah benar seperti itu apa tidak, apakah mereka punya masalah dengan Persib atau tidak. Kami ingin memenangkan poin di lapangan, tapi tidak di dalam ruangan dan di meja," ucapnya.

Edy Rahmayadi sendiri cuti dari 16 Februari-30 Juni 2018 karena mengikuti pencalonan Gubernur Sumatra Utara. Pelaksana tugas ketua umum diemban Joko Driyono.*