Bima Sakti Resmi Jadi Pelatih Kepala Timnas Indonesia di Piala AFF 2018

Bima Sakti Resmi Jadi Pelatih Kepala Timnas Indonesia
Bima Sakti resmi ditugaskan sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia.

Bima Sakti dibantu asisten pelatih Kurniawan Dwi Yulianto dan pelatih kiper Kurnia Sandi.

Bima akan menjalankan tugas pertamanya pada ajang Piala AFF 2018 yang akan berlangsung 8 November hingga 19 Desember 2018.

Bima menjadi orang Indonesia pertama yang mencicipi Piala AFF sebagai pemain dan pelatih.

Dilansir laman resmi PSSI, Minggu (21/10/2018), Bima diresmikan menjadi pelatih Timnas Indonesia senior berdasarkan keputusan Komite Eksekutif PSSI.

"Selamat bertugas untuk Pelatih Bima Sakti dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada pelatih Luis Milla atas dedikasi dan kerja samanya selama satu setengah tahun,” kata Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono.

“Ini menjadi momentum PSSI dan arahan Ketua Umum yang mempercayakan pelatih Timnas Indonesia kepada sosok pelatih muda,” jelas Joko.

Bima Sakti mengaku siap dan bangga dirinya ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Ia mengaku tugas ini tidaklah mudah, namun ia optimistis karena dirinya sebelumnya dirinya sebagai asisten pelatih Luis Milla dan sudah berada di Timnas sejak 2017.

“Terima kasih kepada PSSI yang telah memberikan kepercayaan kepada saya sebagai pelatih Timnas Indonesia. Awal November mendatang kami akan kembali melakukan pemusatan latihan jelang berlaga di Piala AFF 2018. Kami tim pelatih dengan pemain sudah melakoni latihan sejak lama dan saling mengenal baik. Jadi kami optimis meraih prestasi di ajang tersebut,” kata Bima.

Sebelum ditunjuk sebagai pelatih kepala tim senior Indonesia, Bima menjadi asisten Milla di Timnas U23. Bima juga menjadi pelatih sementara timnas senior pada tiga laga uji coba melawan Mauritius, Myanmar dan Hongkong.

Di Piala AFF 2018, Indonesia akan menjalani pertandingan perdana melawan tuan rumah Singapura pada 9 November 2018.

Indonesia tergabung tergabung di Grup A bersama Singapura, Timor Leste, Thailand, dan Filipina.

Direktur Teknik PSSI, Danurwindo, menyambut baik penunjukkan tersebut dan mengungkap nilai positif dari penunjukan tersebut.

"Kalau saya boleh bilang, Bima Sakti memang lebih tahu banyak mengenai cara bermain yang dikembangkan Luis Milla. Memang paling tepat Bima yang menangani Timnas Indonesia kalau Luis Milla tidak bisa lagi melatih Timnas Indonesia," ujar Danurwindo.

"Selain mengetahui cara bermain, Bima Sakti juga tahu metode latihan dan sudah mengenal pemain-pemain. Dengan adanya Bima Sakti, nilai positifnya adalah komunikasi menjadi lebih lancar," lanjut mantan pelatih Tim Primavera Indonesia itu.

Bima Sakti sudah menjalani tiga pertandingan Timnas Indonesia sebagai pelatih interim karena Luis Milla tak kunjung datang.

Dua kemenangan atas Mauritius (11/9/2018) dan Myanmar (10/10/2018), serta satu hasil imbang saat menghadapi Hong Kong (16/10/2018) menjadi hasil positif yang diraih mantan gelandang Timnas Indonesia itu sebagai pelatih Interim.

"Saya melihat dalam tiga pertandingan, tidak ada masalah. Bima Sakti sosok pekerja keras, disiplin, dan bisa berbaur dengan pemain. Tidak ada masalah sama sekali, yang berbeda sekarang tidak ada Luis Milla," imbuh Danurwindo.

Sebelumnya, PSSI mempertahakna Luis Milla, namun pelatih asal Spanyol tersebut tak kunjung datang hingga batas waktu yang ditentukan.

"Semua memang berharap Luis Milla segera datang dan kembali melatih Timnas Indonesia. Tapi sampai waktu yang ditentukan, dia belum juga datang," kata Joko Driyono.

"Bima Sakti memang diberi kepercayaan untuk menangani Timnas Indonesia sementara waktu ini. Tapi ke depannya di Piala AFF seperti apa, ya kita tunggu. PSSI ingin menyampaikan resmi tentang status ini awal minggu depan. Yang pasti coach Bima sudah bekerja dengan baik sejauh ini," ujarnya.

Luis Milla pulang ke Spanyol setelah gagal membawa Timnas U-22 Indonesia merebut medali di pentas Asian Games 2018 lalu. Meski sudah ditawari kontrak baru, eks pemain Real Madrid itu belum juga memberikan pernyataan pasti.

Kendati demikian, PSSI tetap menaruh harapan besar pada Timnas Indonesia. Skuad Garuda tetap diminta meraih juara pada turnamen Piala AFF tahun ini.

"Segala kemungkinan masih bisa terjadi. Jadi, kalau target tidak berubah," tegas Joko.