Andik Vermansah Gabung Timnas Indonesia, Posisi Saddil Ramdhani Terancam

Andik Vermansah Gabung Timnas Indonesia, Posisi Saddil Ramdhani Terancam
Eks pemain Selangor FA Malaysia, Andik Vermansah, dipanggil tim pelatih Timnas Indonesia melalui PSSI untuk pemusatan latihan tahap akhir menjelang Piala AFF 2018.

PSSI memanggil Andik pada Jumat (2/11/2018).

Keputusan memanggil Andik kemungkinan dilatarbelakangi kasus pidana yang menimpa Saddil Ramdani yang membuat pemain Persela Lamongan itu berpotensi tak bisa mengikuti Piala AFF karena harus menyelesaikan kasus hukum yang membelitnya.

Namun, PSSI masih menerapkan asas praduga tak bersalah kendati Polres Lamongan telah menetapkan Saddil Ramdani sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan.

Dilansi laman resmi PSSI, Saddil tetap dijadwalkan datang ke pemusatan latihan di Cikarang. Saddil masih berada di Timnas Indonesia dan tetap punya peluang untuk membela Skuat Garuda.

"Kami memanggil Andik Vermansah untuk ikut latihan. Andik pemain yang berpengalaman dan bisa membantu tim untuk meraih hasil terbaik nanti di Piala AFF 2018," kata Bima Sakti.

Posisi Andik dan Saddil memang sama, yakni di bagian sayap. Nama Andik yang tidak ada dalam daftar awal 23 pemain yang mengikuti TC tahap akhir yang dirilis PSSI pada Selasa (30/10/2018), sempat menimbulkan tanda tanya dan perdebatan di kalangan pencinta sepak bola Indonesia.

Pasalnya, sosok Andik dianggap masih layak masuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Mantan pemain Selangor FA itu pun bersyukur akhirnya asanya bermain di Piala AFF 2018 kembali terbuka dengan pemanggilan ini.

"Saya bangga kembali dipanggil. Saya siap memberikan seluruh kemampuan terbaik. Ini menjadi penampilan ketiga saya di Piala AFF. Semoga di 2018, Timnas Indonesia menjadi juara. Kondisi saya saat ini sedang fit dan tidak ada masalah," kata Andik.

Andik mengaku sangat bersyukur bisa kembali ke Timnas Indonesia kendati dengan cara seperti ini. Namun, ia dengan tegas mengatakan dirinya tak ingin berbahagia di atas penderitaan Saddil yang sedang terjerat kasus penganiayaan.

Itulah mengapa, Andik siap menunjukkan yang terbaik selama mengikuti pemusatan latihan bersama Tim Garuda di Cikarang.

"Saya ingin orang tidak melihat saya mengambil keuntungan dari kasus yang dialami Saddil. Saya ingin orang lain menilai saya memang pantas terpanggil," ujarnya.

Andik tercatat dua kali mengantarkan Timnas Indonesia ke final SEA Games, sekali final turnamen Hasanal Bolqiah, dan final Piala AFF 2016, tetapi selalu gagal meraih gelar juara. "Setelah empat kali gagal, saya ingin tahun ini Timnas Indonesia juara," ujar Andik.

Di sisi lain, Saddil Ramdani mengklaim kasusnya terkait dugaan penganiayaan terhadap teman wanitanya, Anugrah Sekar, telah selesai. Melalui instastory akun pribadinya, Jumat (2/11/2018) malam.

Saddil mengklaim, masalahnya ini sudah selesai dengan cara baik-baik. Dia pun meminta maaf kepada keluarga besarnya, keluarga korban, manajemen PSSI, manajemen Persela, hingga seluruh fans yang mendukungnya.

"Perasaan saya sekarang alhamdulillah baik dan kejadian ini sudah damai secara kekeluargaan. Ini pelajaran bagi saya ke depan agar menjadi pribadi yang baik. Semoga atas kesalahpahaman ini bisa membuat saya menjadi lebih dewasa," tulis Saddil.

"Mohon maaf, mungkin saya sudah menyinggung perasaan seseorang atau tutur kata maupun sikap saya yang kurang menyenangkan di hati. Maaf saudaraku dan teman-teman, saya sudah menirukan sikap yang kurang baik buat dicontoh. Semoga kalian tidak seperti yang saya alami tetap rendah hati, kuat, tetap kerja, tabah maupun bersyukur. Semoga sukses terus, terima kasih atas doa dan sarannya."

"Saya juga manusia yang tak luput dari dosa, kesalahan, maupun kekhilafan. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi. Terima kasih," tutupnya.

Sebelumnya, pemain timnas Indonesia U-19 itu sempat dinyatakan pihak Polres Lamongan sebagai tersangka atas kasus tersebut. Dia pun sudah ditahan di Polres tersebut.

Jika memang kasus ini sudah berakhir dengan damai, peluang Saddil untuk memperkuat timnas Indonesia  di Piala AFF 2018 pun masih terbuka. Itu lantaran pelatih timnas Indonesia, Bima Sakti, tidak langsung mencoret namanya.

Bima memanggil Andik untuk bergabung ke skuat Garuda sebagai antisipasi jika Saddil tidak bisa bergabung lantaran kasusnya.*