May 11, 2019

Daftar Pemain Persebaya Surabaya 2019

Daftar Pemain Persebaya Surabaya Terbaru Musim 2019-2020.

Daftar Pemain Persebaya Surabaya 2019

Update 11 Mei 2019

Persebaya Surabaya menggelar launching tim untuk musim 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (11/05/19). Mochammad Supriadi diperkenalkan sebagai pemain terbaru Persebaya.

Daftar Pemain Persebaya Surabaya 2019

Berikut ini Daftar Pemain Persebaya Surabaya 2019 yang diperkenalkan dalam launching tim Sabtu 11 Mei 2019.

Kiper: 

Miswar Saputra,
Abdul Rohim,
Imam Arif  Fadilah

Bek:

Hansamu Yama
Novan Setya Sasongko
Otavio Dutra
Andri Muladi
Moh Syaifudin
Abu Rizal Maulana
Ruben Sanadi (c)
Koko Ari Araya
Rachmat Irianto,

Tengah:

Damian Lizio
Manuchehr Jalilov
Nelson Alom
M Hidayat,
Misbakhus Solikin
Fandi Eko Utomo,
Rendi Irwan
M Kemaluddin
Zulfikar Ahmad
Oktafianus Fernando
Elisa Yahya Basna

Depan:

Amido Balde
M Alwi Slamat
Osvaldo Haay
Irfan Jaya
M Supriyadi

Tim Pelatih

Pelatih Kepala: Djadjang Nurdjaman,
Asisten Pelatih: Bejo Sugiantoro
Pelatih Fisik: Rudy Eka Priyambada

Daftar Pemain Persebaya Surabaya 2019


Info Pemain Persebaya Sebelumnya

Persebaya Surabaya mempertahankan 16-17 pemain atau sekitar 70 persen pemainnya untuk kompetisi Liga 1 2019.  Di kompetisi Liga 1 2018, Persebaya diperkuat 28 pemain.

Pemain lainnya, selain diputus kontrak, juga memilih hengkang untuk bergabung dengan klub lain.

Pemain Persebaya yang sudah dipastikan tidak memperkuat Bajul Ijo musim 2019 antara lain Rishadi Fauzi, Ricky Kayame, Fandry Imbiri, dan David da Silva.

Dua kiper, Alfonsius Kelvan dan Dimas Galih, juga sudah memutuskan hengkang, sehingga tinggal menyisakan kiper utama Miswar Saputra.

Pemain musim 2018 yang dipertahankan antara lain Ruben Sanadi, Irfan Jaya, Oktafianus Fernando, Otavio Dutra, Rachmat Irianto, M. Hidayat, Miswar Saputra, Andri Muliadi, Abu Rizal Maulana, M. Syaifudin, dan Nelson Alom.

Trio gelandang Persebaya, Misbakus Solikin, Fandi Eko Utomo, dan Rendi Irwan bahkan sudah menandatangani kesepakatan perpanjangan kontrak bersama Green Force.

Dilansir situs resmi Persebaya, tiga pemain asli Surabaya itu menjadi kunci kebangkitan Persebaya di puatarn kedua Liga 1 2018 hingga finis di lima besar klasemen akhir.

Djadjang Nurdjaman Bejo Persebaya
Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman, optimistis timnya bakal segera terbentuk dalam waktu dekat.

Pemain lokal dipastikan bakal menjadi tulang punggung tim pada Liga 1 2019. 

“Seperti yang saya bilang, ada sekitar 70 persen pemain yang dipertahankan. Sesuai hitungan saya, ada 16-17 pemain yang akan bertahan. Kami mungkin mendatangkan pemain baru, tapi kerangka timnya tetap pemain lokal,” kata pria yang akrab disapa Djanur itu.

“Saya pikir mayoritas pemain lokal yang (musim lalu) membela Persebaya Surabaya, boleh dikatakan masih tetap. Sebagian pemain kami besar akan bertahan. Mungkin manajemen belum bertemu semuanya,” imbuh mantan pelatih Persib Bandung dan PSMS Medan itu.

Djanur telah merekomendasikan sejumlah nama yang menghuni skuat musim lalu untuk dipertahankan. Dia mengklaim ada 16 pemain yang masuk dalam skemanya. Itu artinya, hanya tiga pemain tersisa yang belum dipastikan bertahan.

Dua nama tersebut sampai saat ini belum dikaitkan dengan klub lain. Sementara, para pemain lain hampir dipastikan akan hengkang.

“Saya yakin dalam waktu dekat bisa diselesaikan. Yang pasti pergi sekarang cuma Fandry Imbiri yang memutuskan pergi. Yang lainnya belum ada, kecuali yang memang tidak kami pertahankan,” ucap Djanur.

Pemain Baru 2019

Dua pemain yang dikabarkan akan dikontrak musim 2019, Andik Vermansyah dan Evan Dimas Darmono, sudah memutuskan bergabung dengan klub lain. Andik berlabuh di Madura United. Evan dikontrak Barito Putera.

Djanur berencana hanya akan mendatangkan satu striker lokal untuk musim depan. Dengan begitu, Persebaya hanya akan memiliki dua striker, satu lokal dan satu asing, di Liga 1 2019.

"Saya sudah ada gambaran supaya tidak menumpuk pemain. Di depan, Persebaya hanya perlu satu striker asing dan satu lokal. Dalam skema saya, posisi itu akan diisi dua pemain saja," katanya.

Pemain baru Persebaya rencananya mulai diseleksi pada 10 Januari 2019. Persebaya berencana mendatangkan kiper dan striker baru dalam latihan tim.

Selain hanya punya satu kiper, Persebaya belum memiliki satu pun striker setelah kepergian David da Silva, Rishadi Fauzi, dan Ricky Kayame.

Hingga 5 Maret  2019, Persebaya sudah melepas sejumlah pemain dan merekrut 9 pemain.

Ke-9 pemain baru Persebaya adalah Hansamu Yama (Barito Putera), Novan Setya Sasongko (Bali United), M Arif Fadhillah (Persib), M Alwi Slamat (PSMS Medan), Elisa Yahya Basna (Persipura), Amido Balde (Guinea Bissau), Manuchekhr Dzhalilov (Sriwijaya FC), dan Damian Lizio (Argentina), serta kiper Abdul Rohim (PSMS).

Daftar Pemain Persebaya Surabaya 2019

Daftar Pemain Persebaya Surabaya 2019

Berikut ini daftar pemain Persebaya hingga 5 Maret  2019. Musim 2019 skuat Persebaya akan berkekuatan 26 pemain. Saat ini baru 24 pemain yang mengisi skuat Bajol Ijo.

Kiper

1. Miswar Saputra
2. Abdul Rohim
3. Imam Arief Fadillah

Bek

4. Hansamu Yama Pranata
5. Novan Setya Sasongko
6. Otavio Dutra
7. Andri Muliadi
8. Mokhamad Syaifuddin
9. Abu Rizal Maulana
10. Ruben Karel Sanadi
11. Rachmat Irianto

Gelandang

12. Damian Emanuel Lizio
13. Manuchehr Jalilov
14. Nelson Alom
15. Muhammad Hidayat
16. Misbakus Solikin
17. Fandi Eko Utomo
18. Rendi Irwan Saputra
19. Oktafianus Fernando

Penyerang

20. Elisa Yahya Basna
21. Amido Balde
22. Muhammad Alwi Slamat
23. Osvaldo Ardiles Haay
24. Irfan Jaya

Pemain Baru Persebaya 2019
  1. Hansamu Yama (Barito Putera)
  2. Novan Setya Sasongko (Bali United)
  3. Manuchekhr Dzhalilov (Sriwijaya FC)
  4. Damian Lizio (Argentina)
  5. Amido Balde (Guinea Bissau)
  6. Elisa Yahya Basna (Persipura)
  7. M Alwi Slamat (PSMS Medan)
  8. M Arif Fadhillah (Persib)
  9. Abdul Rohim (PSMS)

Profil Singkat Persebaya Surabaya

Profil Singkat Persebaya
Persatuan Sepakbola Surabaya (Persebaya) adalah klub sepakbola kebanggan warga Surabaya, Jawa Timur.

Persebaya pertama kali didirikan 18 Juni 1927 dengan nama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB).

Dalam perjalanannya, hingga tahun 1943 SIVB berganti nama menjadi Persibaja (Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja). Tahun 1960, pada era perserikatan, nama Persibaja diubah menjadi Persebaya (Persatuan Sepakbola Surabaya).

Persebaya mengalami gejolak dipimpin Bambang Dwi Hartono dengan Manajer Saleh Ismail Mukadar. Saat itu pada kompetisi tahun 2005, Persebaya menyatakan mundur dari babak 8 besar Divisi Utama. Ini mengakibatkan Persebaya degradasi ke divisi satu.

Bambang DH diskorsing 10 tahun. Saleh Ismail diskorsing 2 tahun.

Pada 2006, Persebaya berhasil menjadi Juara Divisi Satu dan Promosi ke Divisi Utama. Namun, pada kompetisi Divisi Utama 2007, Persebaya berada di posisi ke-14, Wilayah Timur, sehingga tidak lolos ke Super Liga, dan harus kembali kelas di Divisi Utama.

Pada kompetisi Divisi Utama 2008, Persebaya lolos ke Indonesia Super League (ISL) dengan mengalahkan PSMS Medan dalam babak Playoff lewat drama adu penalti.

Untuk mengikuti ISL, Persebaya mendirikan badan hukum yang bernama PT Persebaya Indonesia.

Pada musim 2009, Persebaya kembali degradasi ke Divisi Utama. Namun, Persebaya tidak ikut kompetisi musim 2010/11. Akibat menolak ikut kompetisi, Persebaya terancam dikeluarkan dari keanggotaan PSSI sehingga tidak bisa main di kompetisis resmi.

Upaya penyelamatan Persebaya dilakukan dengan dengan membentuk tim, meski diboyong dari Persikubar (Kutai Barat), dikenal dengan nama Persebaya Daur Ulang (DU). Persebaya pun terselamatkan dari sanksi pemecatan dari keanggotaan PSSI.

Namun, Saleh Ismail Mukadar juga mendirikan Persebaya baru, yaitu Persebaya 1927, untuk mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI). Saleh tak bisa memakai nama Persebaya karena tidak mendapatkan izin dari kepolisian jika memiliki nama sama.

Saleh Ismail Mukadar mengusung semua pemain dan official tim Persebaya ke dalam Persebaya 1927 untuk mengikuti kompetisi LPI.

Persebaya Surabaya sebagai peserta Divisi Utama pun tidak memiliki pemain dan official tim dan akhirnya mendapatkan para pemain eks skuad Persikubar.

Akibat dualisme, Persebaya pun dibekukan oleh PSSI dan disahkan kembali sebagai anggota dalam kongres tahunan PSSI di Bandung 8 Januari 2017.

Kini 70% saham Persebaya Surabaya dimiliki oleh Jawa Pos Group melalui anak perusahaanya, yaitu PT Jawa Pos Sportainment. Sedangkan 30% lainnya dimiliki oleh 20 klub anggota Persebaya yang tergabung dalam Koperasi Surya Abadi Persebaya (KSAP).

Persikubar Kutai Barat yang dulu pernah berubah nama menjadi Persebaya Surabaya, berubah menjadi Bonek FC, lalu berubah lagi menjadi Surabaya United, dan setelah merger dengan PS Polri menjadi Bhayangkara Surabaya United.

Setelah pada Mei 2016 Polri resmi membeli 100% saham Bhayangkara Surabaya United dan menghapus nama belakang klub, sehingga sekarang bernama Bhayangkara FC.

Suporter Persebaya dikenal dengan sebutab Bonek (Bondho Nekat) yang artinya "modal nekat". Istilah itu merujuk pada banyaknya fans Persebaya "kelas bawah" yang hanya bermodal nekat untuk mendukung Persebaya terutama laga tandang. (Dihimpun dari berbagai sumber).*

Baca Juga
NEXT POST Next Post
PREVIOUS POST Previous Post