January 9, 2019

Persiwa Wamena vs Persib Bandung Digelar di Cirebon

Persiwa Wamena vs Persib Bandung Digelar di Cirebon
Pertandingan babak 32 besar Piala Indonesia 2018-2019 Persiwa Wamena vs Persib Bandung dkan digelar di Stadion Utama Bima, Cirebon.

Pertandingan tidak digelar di Wamena atau kota lain di Papua, melainkan di Cirebon, karena Persiwa sudah pindah markas dari Wamena ke Cirebon setelah tercapai kesepakatan merger antara Persiwa dengan klub Kota Cirebon, Bina Putra FC.

Karenanya, Persiwa pun masuk ke Zona Barat dan sudah mengajukan stadion di Cirebon sebagai kandang.

"Jadi sejak awal Piala Indonesia 2018, Persiwa Wamena mendaftarkan diri ke PSSI untuk memakai stadion di Cirebon," kata Sekjen PSSI Ratu Tisha, Selasa (8/1/2019).

"Maka dari itu kami membuat drawing-nya di Zona Barat 2," jelas Tisha dikutip Kompas.

Babak 32 besar Piala Indonesia 2018 akan digelar dua leg, dengan sistem kandang tandang (home and away) sejak 22 Januari sampai 6 Februari 2019. Sistem tersebut akan diberlakukan hingga laga final.

Dengan digelarnya laga Persiwa vs Persib di Cirebon, diprediksi stadion akan dipenuhi bobotoh Persib. Sanksi PSSI berupa larangan mendukung langsung Persib di stadion tidak berlaku di Piala Indonesia.

Dilansir laman Viking Persib, selama kompetisi Liga 2 berlangsung, Persiwa dengan nama resmi Persiwa Bina Putra FC sempat menggunakan tiga stadion berbeda, yakni Stadion Mashud Wisnusaputra di Kuningan, Stadion Mako Brimob Jakarta, dan Stadion Bima Cirebon.

Menurut manajer tim Persiwa, Borgo Pane, pada laga babak 32 besar Piala Indonesia timnya akan bermarkas di Stadion Bima, Kota Cirebon, yaitu untuk laga kandang menjamu Persib Bandung.

"Iya kita Prioritaskan untuk laga home Piala Indonesia di Stadion Bima, Kota Cirebon, Kalau menurut bagan kemarin, 32 Besar akan melawan Persib Bandung, Tetapi untuk lawan dan tanggal mainnya akan dilakukan drawing kembali," katanya melalui akun Instagram resmi klub.

Sejak musim lalu, di Liga 2, Persiwa tidak lagi bermarkas di Stadion Pendidikan Wamena, tapi berpindah ke Cimahi, kemudian Depok, juga sempat bermain di Kuningan, hingga akhirnya merger dengan klub lokal Cirebon, Bina Putra FC, dengan nama baru Persiwa Bina Putera FC.

Persiwa yang berjuluk "Laskar Badai Pegunungan" sempat meraih prestasi sebagai runner-up Indonesia Super League (ISL) di bawah Persipura Jayapura, setelah musim sebelumnya lolos ke babak 8 besar Divisi Utama.

Akan tetapi sejak tahun 2013 prestasi Persiwa terus merosot, degradasi ke Divisi Utama, hingga harus bermain di Liga 2 dengan berpindah-pindah kandang. Sejak putaran kedua Liga 2, Persiwa merger dengan Bina Putera FC dengan nama baru Persiwa Bina Putera FC.*

Baca Juga
NEXT POST Next Post
PREVIOUS POST Previous Post