February 10, 2019

Perseru Serui Bantah Mundur dari Liga 1 2019

Perseru Serui Bantah Mundur dari Liga 1 2019
Manajemen Perseru Serui membantah kabar yang menyebutkan klub asal Kabupaten Yapen, Papua, ini akan keluar dari Liga 1 2019 karena masaah keuangan. Manajemen juga membantah akan menjual Perseru.

Namun, manajemen tidak menutup kemungkinan Perseru akan pindah kandang (homebase) pada musim 2019. Selama ini Perseru bermarkas di Stadion Marora.

Manajer Perseru Serui, Kilion Imbiri, menegaskan Perseru Serui tetap ikut Liga 1 2019 dan tidak dijual. “Tidak seperti itu, kami hanya pindah homebase,” ungkapnya dilansir Jawa Pos, Minggu (10/2/2019).

Imbiri mengakui, memang banyak rumor bhwa Perseru akan dijual. Namun, sementara ini dia masih menunggu keputusan dari pemilik klub Perseru Serui, Yance Banua.

Kilion juga membantah jika finansial klub Perseru sedang mengalami krisis. “Itu tidak benar,” tegasnya.

Dia menegaskan, Perseru akan tetap lanjut bermain di kompetisi Liga 1 musim 2019. Terkait kabar akan dijual ke Lampung, Imbiri mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum konfirmasi dengan pemilik klub.

"Saya tidak bisa jawab kepastian ya atau tidak,” tegas Imbiri.  “Nanti jika sudah ada keputusan pasti akan saya sampaikan,” tambahnya.

Sebelmnya beredar kabar Perseru Serui akan mundur dari kompetisi Liga 1 2019 dengan asalan masalah finansial.

Kabar itu berasal dari akun Twitter @kotaserui.

"Karena alasan Finansial dan tidak adanya sponsor maka Perseru Serui akan meninggalkan  atau keluar dari Liga 1/Liga dengan kasta tertinggi persepakbolaan indonesia, Sayonara Perseru, Sayonara Stadion Marora," tulisnya, Sabtu (9/2/19).

Saat dikonfirmasi kepada mantan pemain Perseru, sebagian besar dari mereka memilih untuk hengkang.

Manajemen pun, lanjut dia, sudah menginformasikan bahwa klub sudah dibeli oleh seseorang yang memang getol mengurus sepak bola.

"Kami diberitahu memang, kalau Perseru bakal nggak ada lagi, untuk di Liga" tutur sumber tersebut dikutip jpnn.

Menanggapi kabar akan hengkangnya Perseru, operator kompetisi Liga 1 2019,  PT Liga Indonesia Baru (LIB), mengaku belum menerima pernyataan resmi dari Perseru Serui.

COO LIB Tigor Shalomboboy mengatakan, meski kabar mundur tersebut sudah beredar, tetapi kewenangan menentukan peserta liga ada di Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI).

“LIB belum bisa komentar terlalu jauh. Belum ada pernyataan resmi juga (secara tertulis kepada LIB),” ujarnya kepada wartawan, Minggu (10/2/2019).

Jika kabar tersebut benar, PT LIB menunggu keputusan PSSI. “Untuk status Perseru nantinya, kami serahkan ke PSSI,” sambungnya.

Pada Liga 1 2018, Perseru menempati peringkat ke-14 klasemen akhir.

Kabar yang beredar, Ketua Umum Perseru Serui, Yance Banua, sudah menjual kesebelasan tersebut ke salah satu pengusaha dan pemilik klub sepak bola di Lampung.

Terkait dengan dijualnya Perseru Serui ke Lampung, ada kemungkinan tim tersebut bakal merger dengan kesebelasan lokal. Tetapi, dengan tetap mengandalkan materi pemain Perseru Serui, dengan nama dan manajemen tim yang baru.

Cara tersebut dilakukan Persikabo Bogor, yang bergabung ke PS Tira dan mengganti nama menjadi PS Tira-Persikabo agar tim tersebut tetap dapat berkompetisi di Liga 1.

Mundurnya Perseru membuka peluang bagi tiga tim yang degradasi ke Liga 2, yaitu Mitra Kukar, Sriwijaya FC, dan PSMS Medan.

Mitra Kukar menjadi klub yang paling berpeluang kembali berlaga di Liga 1 karena posisi Mitra Kukar tertinggi di zona degradasi. Mitra Kukar ada di urutan 16, sementara dua tim lainnya berada di bawahnya.*

Baca Juga
NEXT POST Next Post
PREVIOUS POST Previous Post