Jersey Tira Persikabo Disponsori Situs Judi Online


Jersey Tira Persikabo Disponsori Situs Judi Online

Tira Persikabo memakai jersey dengan sponsor di dada situs judi pada Liga 1 2020. Direktur Pengembangan Bisnis Tira Persikabo, Rhendie Arindra, mengaku tidak khawatir, pasalnya belum ada regulasi yang melarang.

Keputusan Tira Persikabo yang menjadikan SBOTop sebagai sponsor utama cukup mengejutkan karena klub tersebut berafiliasi dengan lembaga resmi negara, TNI.

"Sebenarnya kami mengikuti regulasi saja. Kalau di regulasi memperbolehkan, ya tidak apa apa. Sebelum menjalin kerja sama dengan itu kami juga membaca regulasi dan bertanya-tanya," kata Rhendie.

"Memag tidak ada regulasi yang melarang ya akhirnya jalan terus. Kami juga bangga (disponsori SBOTop) karena jatuhnya 'kan mirip West Ham United," tegas Rhendie.

Sampai saat ini memang tidak ada regulasi yang mengatur seputar pelarangan situs judi menjadi sponsor klub Liga 1.

Namun, di Indonesia ada hukum negara yang melarang rumah judi. Di antaranya tertuang dalam Pasal 27 ayat (2) UU ITE yang berbunyi: "Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian."

Ancaman terhadap pelanggaran ini diatur dalam Pasal 45 ayat (2) UU 19/2016, yakni dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, tak menyadari adanya rumah judi yang masuk menjadi sponsor klub. Saat ditanya terkait hal itu, dia bahkan belum mengetahuinya.

"Oh, ya? Ada di bagian mana?" kata Iriawan. Iriawan lantas langsung mengecek jersey Tira Persikabo, yang dipakai oleh bek Andy Setyo.

"Oke. Saya bakal cek dulu regulasi mereka seperti apa (Tira Persikabo dan sponsor)," sambung Iriawan dikutip detikSport.

Musim lalu, Tira Persikabo dan Borneo FC juga menggandeng sponsor judi di Liga 1 2019. Namun, mereka membantah kalau sponsor itu dari judi. Itu merupakan medianya yang dipromosikan, bukan produknya.

Dalam jersey Tira-Persikabo, ada tulisan sponsor M88FC. Di jersey Borneo FC bertulis M88 di sponsor bagian depan.

Menurut PT LIB, sponsor dari dua klub itu bukan dari situs judi.

"Kalau soal sponsor itu, lebih ke marketing, dari awal sudah koordinasi kalau di TIRA-Persikabo dan Borneo FC bukan produknya, tapi website jadi gitu,” kata Media Officer LIB, Hanif Marjuni.

Menurutnya, selama yang didaftarkan soal sponsor bukan produk judinya, hal itu tak melanggar. Karena, sebelumya klub jua harus berkoordinasi dengan LIB karena ada regulasi marketing yang harus dipatuhi para klub kontestan Liga 1 2019.

“Jadi, yang jadi sponsor mereka media, sudah ada tertulis. Persoalan media di belakangnya kan bukan kami, yang tercantum kan bukan produknya. Dalam regulasi kami masih aman,” jelasnya.

Hal senada jua disuarakan oleh Manajer Kompetisi LIB, Asep Saputra.”Betul, karena yang didaftarkan medianya, seperti dahulu ada yang didaftarkan medianya,” tambah Asep.

Kepatutan

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mendorong klub Tira Persikabo untuk mengganti sponsor utama mereka yang merupakan situs judi online atau daring (dalam jaringan). Penggantian harus dilakukan dengan alasan kepatutan.

"Kami memerintahkan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Cucu Somantri untuk berkomunikasi dengan pihak Persikabo. Memang tidak ada aturan soal larangan situs judi menjadi sponsor tim. Namun, ini masalah kepatutan,” ujar Iriawan dalam acara bincang-bincang dengan pewarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (12/5/2020).

Regulasi Liga 1 Indonesia 2020 memang tidak mengatur soal boleh atau tidaknya klub untuk memakai situs judi sebagai sponsor utama.

Namun, Ayat 3 Pasal 58 Regulasi Liga 1 Indonesia 2020 soal Komersial menyatakan bahwa "Seluruh hak komersial yang dieksploitasi harus mengikuti ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia".

Salah satu regulasi negara yang mengatur perjudian adalah Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Ayat 2 Pasal 45 UU ITE berbunyi, "Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)".

Namun, PSSI dalam kegiatannya berpatokan ke Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Jika merujuk ke sana, FIFA dalam Regulasi Piala Dunia Antarklub tahun 2018 tidak melarang sponsor atau iklan dari perusahaan judi.

Dalam Ayat 5 Pasal 23 Regulasi Piala Dunia Antarklub tahun 2018, disebut bahwa "Iklan tembakau atau minuman keras beralkohol tinggi, serta slogan yang bersifat politis atau diskriminatif, yang terdiri atas segala bentuk diskriminasi seperti gender, agama, kebangsaan, ras atau kepercayaan, atau dalam bentuk lain apa pun yang menyinggung kesopanan umum, dinyatakan terlarang".*

ANTARA

NEXT POST Next Post
PREVIOUS POST Previous Post