Liga Inggris Digelar Lagi 17 Juni 2020: Sajikan Bigmatch Man City vs Arsenal


Liga Inggris Digelar Lagi 17 Juni 2020: Sajikan Bigmatch Man City vs Arsenal

Liga Inggris akan kembali bergulir mulai Rabu, 17 Juni 2020. Jadwal pekan pertama pasca penghentian kompetisi akibat pandemi corona ini menyajikan bigmatch Manchester City vs Arsenal.

Dilansir Daily Mail, klub-klub Liga Primer Inggris bersepakat kompetisi musim 2019/2020 digulirkan kembali 17 Juni 2020. Manchester City vs Arsenal menjadi laga pembuka.

Klub-klub peserta Premier League telah kembali menggelar latihan. Setelah menjalani latihan dalam kelompok kecil, kini semua kesebelasan diperbolehkan menggelar latihan dalam kelompok besar.

Seluruh pemain, pelatih, staf juga sedang dites secara bertahap. Hingga kini tes Covid-19 sudah dilakukan sebanyak tiga tahap.

Dari tes babak pertama dan kedua diketahui terdapat kasus positif virus corona dan telah menjalani isolasi. Namun tidak dijelaskan apakah kasus positif pada tes sebelumnya yang kemudian muncul lagi pada tes ketiga.

Hasil tes tahap tiga menyebutkan ada empat orang positif corona. Dua di antaranya pemain Fulham dan satu orang lainnya diketahui kapten Blackburn Rovers, Elliott Bennett.

Ketiga pemain tersebut dinyatakan positif Covid-19 melalui hasil tes putaran ketiga awal pekan ini terhadap1.030 orang.

Selain Premier League, Liga Spanyol, dan Liga Italia juga berencana melanjutkan kompetisi di tengah pandemi. Ketiga kompetisi top Eropa ini ingin mengikuti jejak Bundesliga yang lebih dulu melanjutkan pertandingan sisa musim sejak dua pekan lalu.

Berdasarkan hasil riset, Liga Inggris dinyatakan aman untuk digelar kembali. Sejumlah ahli menuturkan, ada beberapa indikator yang membuat Premier League aman digelar tanpa harus khawatir pemain atau ofisial tim terinfeksi virus corona.

Diberitakan Telegraph, setelah meneliti berbagai indikator, seperti durasi kontak fisik para pemain di setiap laga, para peneliti menyimpulkan, virus corona kecil kemungkinan menular. Pasalnya, kontak fisik pemain paling lama berlangsung di kisaran 39 detik dalam setiap pertandingan.

Durasi kontak fisik itu diyakini tak akan cukup bagi virus corona menyebar ke orang lain, jika ada pemain atau ofisial yang terinfeksi.

Namun, hasil yang didapat dari studi ini berbeda jauh dengan analisis dari Universitas Aarhus terkait kompetisi kasta tertinggi Denmark, Danish Superliga. Pada Superliga, fakta banyaknya pemain yang terinfeksi virus corona disebabkan kontak fisik terlalu lama.

Setidaknya, menurut pengamatan mereka, para pemain di Danish Superliga melakoni kontak fisik rata-rata 88 detik, lebih dari dua kali lipat dari Premier League.

Atas dasar inilah, para pejabat Premier League meyakinkan 20 klub peserta, kompetisi sudah aman untuk digelar.*


NEXT POST Next Post
PREVIOUS POST Previous Post